Selasa, 20 Oktober 2009

20

meraih rasa, mati kiranya
tak kuasa, kalah sempurna
di kepala aku ditertawakan
di kepala aku tertekan

memekik, dan dalam pekik aku tuli
menukik, dihembus aku jatuh kembali

sendiri saja. sendiri sejenak
berkaca air yang tiada beriak

langit yang biru, merahnya gelap
ditelan senyum yang masih terlelap
air bermata, mata bermerah
dan dengan ini aku menyerah



dan dengan ini aku menyerah

2 komentar:

priscilla manurung mengatakan...

cie ruruuu! hahaha. diksi yang bagus btw!

Valdano mengatakan...

ah, apa sih, sisil, gw kan jadi malu..


gak sih biasa aja.. hehe